Sabtu, 08 Oktober 2022

Aldi Taher Ternyata Adalah Keturunan Rasulullah !

 

Sudah jadi barang tentu jika seorang cucu rasulullah yang disebut alawiyyin berhak mendapat penghormatan tinggi diantara kalangan kaum muslimin.

Mereka dimuliakan sejak dalam kandungan hingga dilahirkan, bahkan ketika sudah wafat pun masih mendapat penghormatan tinggi.

Namun, diantara banyaknya cucu-cucu rasulullah yang ada di zaman millenial ini' rupanya ada sosok atau figur mengejutkan. Mungkin anda tidak menyangka siapa dia sebenarnya...

Dialah Aldi Taher, artis pria yang bolak-balik kawin cerai. Rahmat Aldiansyah Taher, itulah nama lengkap yang tertera di akta kelahiran pria berambut ikal kelimis tersebut

Aldi Taher merupakan cucu seorang rektor bernama Profesor Muslim Taher. Profesor Muslim Taher adalah mantan anggota Dewan Pertimbangan Agung di era Orde Baru.

Sebagai sosok yang berasal dari Marga Taher, tentu Aldi Taher berhak menyandang gelar Sayyid atau Habib. Namun, Aldi Taher sendiri tidak tahu asal-usul keluarga besarnya. Belakangan diketahui bahwa Aldi Taher tidak hanya berdarah Alawiyyin, tapi berdarah Bangsawan Aceh.

Maka Aldi Taher juga memiliki gelar adat dari Suku Aceh yaitu Teuku atau Teungku. Mungkin gelar adat dan gelar alawiyyin jika disatukan akan mendapat sebutan "Al Habib Teuku Rahmat Aldiansyah Taher".

Agak berlebihan jika kita menyebutnya dengan nama Teuku Aldi Taher atau Habib Aldi Taher, barangkali jika ia tahu soal ini. Maka sifat yang timbul dari isi hati Aldi Taher adalah kesombongan dan keangkuhan. 

Aldi Taher merasa gengsi jika dipanggil sebagai cucu rasulullah atau bangsawan aceh yang mendarah daging di dalam dirinya.

Marga Taher memang tidak setenar Marga Alatas, Marga Smith, Marga Shihab atau Marga Assegaf. Namun, sejarah mencatat bahwa Marga Taher merupakan anggota Suku Alawiyyin yang ikut bermigrasi ke Hadramaut pasca Pembunuhan Sayyidina Husain Bin Ali.

Di zaman kolonial belanda, Marga Taher bermigrasi ke Aceh dan bermukim di Kutaraja, Kesultanan Aceh. Marga Taher menjalani asimilasi dengan penduduk Aceh sehingga banyak diantara anggota keluarga mereka jadi hulubalang Kesultanan Aceh.

Status Marga Taher di Aceh pun cukup terhormat karena tidak hanya sebagai seorang bangsawan, tetapi juga berstatus ulama.

Dari sinilah leluhur Aldi Taher muncul dan beranak pinak hingga bermigrasi lagi ke seluruh wilayah Hindia Belanda.

Aldi Taher sendiri lahir di Jayapura, Papua dan sempat tinggal disana hingga menjelang masa remaja. Lalu, ia pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah di Universitas Jayabaya' kampus dimana kakeknya mengajar.

Kalau dirunut memang Aldi Taher berhak menerima realita bahwa dia adalah keturunan Alawiyyin yang kurang populer. Meski begitu, Aldi Taher tidak pernah merasa istimewa lantaran dia tidak sebaik Profesor Muslim Taher, kakeknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar