Selasa, 13 Desember 2022

Sabtu, 08 Oktober 2022

Aldi Taher Ternyata Adalah Keturunan Rasulullah !

 

Sudah jadi barang tentu jika seorang cucu rasulullah yang disebut alawiyyin berhak mendapat penghormatan tinggi diantara kalangan kaum muslimin.

Mereka dimuliakan sejak dalam kandungan hingga dilahirkan, bahkan ketika sudah wafat pun masih mendapat penghormatan tinggi.

Namun, diantara banyaknya cucu-cucu rasulullah yang ada di zaman millenial ini' rupanya ada sosok atau figur mengejutkan. Mungkin anda tidak menyangka siapa dia sebenarnya...

Dialah Aldi Taher, artis pria yang bolak-balik kawin cerai. Rahmat Aldiansyah Taher, itulah nama lengkap yang tertera di akta kelahiran pria berambut ikal kelimis tersebut

Aldi Taher merupakan cucu seorang rektor bernama Profesor Muslim Taher. Profesor Muslim Taher adalah mantan anggota Dewan Pertimbangan Agung di era Orde Baru.

Sebagai sosok yang berasal dari Marga Taher, tentu Aldi Taher berhak menyandang gelar Sayyid atau Habib. Namun, Aldi Taher sendiri tidak tahu asal-usul keluarga besarnya. Belakangan diketahui bahwa Aldi Taher tidak hanya berdarah Alawiyyin, tapi berdarah Bangsawan Aceh.

Maka Aldi Taher juga memiliki gelar adat dari Suku Aceh yaitu Teuku atau Teungku. Mungkin gelar adat dan gelar alawiyyin jika disatukan akan mendapat sebutan "Al Habib Teuku Rahmat Aldiansyah Taher".

Agak berlebihan jika kita menyebutnya dengan nama Teuku Aldi Taher atau Habib Aldi Taher, barangkali jika ia tahu soal ini. Maka sifat yang timbul dari isi hati Aldi Taher adalah kesombongan dan keangkuhan. 

Aldi Taher merasa gengsi jika dipanggil sebagai cucu rasulullah atau bangsawan aceh yang mendarah daging di dalam dirinya.

Marga Taher memang tidak setenar Marga Alatas, Marga Smith, Marga Shihab atau Marga Assegaf. Namun, sejarah mencatat bahwa Marga Taher merupakan anggota Suku Alawiyyin yang ikut bermigrasi ke Hadramaut pasca Pembunuhan Sayyidina Husain Bin Ali.

Di zaman kolonial belanda, Marga Taher bermigrasi ke Aceh dan bermukim di Kutaraja, Kesultanan Aceh. Marga Taher menjalani asimilasi dengan penduduk Aceh sehingga banyak diantara anggota keluarga mereka jadi hulubalang Kesultanan Aceh.

Status Marga Taher di Aceh pun cukup terhormat karena tidak hanya sebagai seorang bangsawan, tetapi juga berstatus ulama.

Dari sinilah leluhur Aldi Taher muncul dan beranak pinak hingga bermigrasi lagi ke seluruh wilayah Hindia Belanda.

Aldi Taher sendiri lahir di Jayapura, Papua dan sempat tinggal disana hingga menjelang masa remaja. Lalu, ia pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah di Universitas Jayabaya' kampus dimana kakeknya mengajar.

Kalau dirunut memang Aldi Taher berhak menerima realita bahwa dia adalah keturunan Alawiyyin yang kurang populer. Meski begitu, Aldi Taher tidak pernah merasa istimewa lantaran dia tidak sebaik Profesor Muslim Taher, kakeknya.

Selasa, 19 Juli 2022

POLITIK IDENTITAS SUDAH TIDAK LAKU (LAGI)

Membangun peradaban bangsa bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi di sebuah negara dengan jumlah suku, bahasa dan pulau terbanyak seperti Indonesia.


Untuk urusan ideologi politik, nampaknya antara golongan borjuis dengan golongan proletar berbeda selera. Kaum Borjuis tetap berpengaruh kuat dalam kekuasaan lewat ideologi kapitalisnya. Sedangkan Kaum Proletar masih berpegang teguh pada ideologi kerakyatannya.


Namun, di era kini berkembangnya politik gaya baru yang disebut politik identitas telah merasuk di dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Politik identitas menjadi warna tersendiri sekaligus sisi gelap kehidupan berpolitik suatu bangsa. Mereka yang merasa mewakili suku bangsa tertentu, mewakili agama tertentu dan mewakili golongan tertentu maka menonjolkan identitas mereka masing-masing ditengah kemajemukan.


Orang Jawa ingin menonjolkan "Kejawaan" nya sebagai identitas asal usulnya. Orang Islam ingin menonjolkan "Keislaman" nya sebagai identitas keyakinannya. Orang Kaya ingin menonjolkan "Kemewahan" nya sebagai kaum borjuis dan tentu Orang Miskin ingin menonjolkan "Kesederhanaan" nya sebagai kaum proletar.


Efek buruknya jelas mengarah kepada perpecahan antara kaum-kaum tersebut. Mereka yang merasa paling Islami, ingin memperkenalkan sistem politik yang sesuai dengan syariah islam.


Tapi, sayangnya sulit diterapkan karena bertentangan dengan kemajemukan suku bangsa. Sebab, tidak semua umat yang seagama menerima hal itu.


Jelas tidak laku, ibarat barang dagangan yang sudah kadaluwarsa dan tidak lagi cocok dengan semangat persatuan di tengah perbedaan. 


Sulit menasehati orang-orang bebal yang ngotot ingin mengubah ideologi negara agar sesuai dengan keyakinan mereka.


Mereka punya alibi sendiri mengapa sangat getol mempromosikan ideologi politiknya yang hanya sekedar omong kosong belaka.


Di balik semua ini ada titik cerah bahwa sesuatu yang dianggap haram, sesuatu yang dikatakan Bid'ah ternyata tidak berpengaruh dalam kemajemukan itu karena Haram dan Bid'ah hanyalah manipulasi semu untuk memperoleh dukungan semata-mata.


Golongan mayoritas harus tahu diri, golongan minoritas jangan berkecil hati. Mayoritas tidak bisa memaksa Minoritas supaya bisa seragam dan sekeyakinan dengan mayoritas.


Minoritas tidak mau dipaksa mengikuti kehendak mayoritas yang mereka anggap benar, padahal itu bertentangan dengan kemajemukan berbangsa dan bernegara.


Lebih baik urus saja caramu mengatur kehidupan pribadi sebelum mengatur kehidupan orang lain. Alangkah arogan jika suatu kelompok penganut ideologi paling agamis, memaksa kelompok yang tidak agamis mengikuti selera dan kehendak kaum agamis hanya karena ingin mendapat pengakuan mutlak.


Semutlak-mutlaknya pengakuan, pengakuan terbaik adalah mengakui perbedaan diantara kamu, dia dan mereka itu.


Terserah mereka, belum tentu caramu cocok dengan cara mereka. Belum tentu gayamu cocok dengan gaya mereka.


Mereka itu sudah terlanjur nyaman, biarkan saja kalau itu baik untuk mereka.


Kita yang sudah terlalu lama nyaman dengan pemandangan hari ini, sebaiknya tinggalkan saja kalau itu tidak baik untuk diri sendiri. 


Perbedaan adalah kenikmatan yang tidak dapat didustakan dengan ketatnya tatanan kolot, sebab Perbedaan merupakan sebuah cara untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang benar.

Jumat, 04 Maret 2022

Mata Lelaki : Koleksi Foto Seksi Maria Vania (Terbaru)

Maria Vania Berjemur

Maria Vania Mandi Kembang

Maria Vania Jumpsuit

Maria Vania Jumpsuit Biru

Maria Vania Punya Tato Di Paha

Maria Vania Mainan Ikan Di Kolam

Maria Vania Di Kamar Hotel

 

Kamis, 10 Februari 2022