Dewi
Ambika segera melakukan persalinan dengan dibantu para dayang istana.
Tidak disangka lahirlah bayi laki-laki yang memiliki cacat mata atau
buta, ternyata bayi laki-laki itu merupakan pertanda buruk bagi masa
depan Hastina.
Wasi Dipayana mencoba untuk yakin bahwa tidak akan ada apa-apa jika bayi laki-laki tersebut benar didikannya.
Kemudian bayi itu di beri nama Destarastra dan otomatis menjadi putra mahkota kerajaan walau pun buta kedua matanya.
Wasi Dipayana mencoba untuk yakin bahwa tidak akan ada apa-apa jika bayi laki-laki tersebut benar didikannya.
Kemudian bayi itu di beri nama Destarastra dan otomatis menjadi putra mahkota kerajaan walau pun buta kedua matanya.
Setelah
Destarastra lahir, Wasi Dipayana mencoba untuk mengasuh anak sambungnya
itu dengan penuh kasih sayang. Meski tunanetra, Destarastra akan
menjadi sosok yang berpengaruh dan memiliki kemampuan yang tidak
dimiliki oleh yang lain.
Beberapa hari setelah lahirnya Destarastra, Begawan Sentanu datang untuk menjenguk cucunya. Seketika sang begawan prihatin dengan apa yang dialami oleh Destarastra. Buta sejak lahir merupakan aib kerajaan yang tidak bisa ditutupi. Sebab Destarastra adalah putra mahkota atau raja penerus.
Tanpa menunggu lama, Begawan Sentanu memberinya sebuah jurus yaitu Aji Grayang sebagai alat untuk melindungi diri dari gangguan musuh. Sebetulnya, Wasi Dipayana sudah mengetahui efek buruk jurus tersebut yang menyebabkan penggunanya bisa mati.
Namun, Begawan Sentanu berprasangka baik bahwa Aji Grayang akan melindungi Destarastra ketika dirinya dalam keadaan terdesak sekalipun.
Mungkin harap dimaklumi karena keadaannya sangat tidak mendukung karena sang bayi terlahir cacat. Meski demikian, Dewi Ambika tetap menyayangi Destarastra meski terlahir buta. Lagi pula sekurang apa pun' seorang anak tetap harus mendapat kasih sayang orang tua sejak kecil.
Beberapa hari setelah lahirnya Destarastra, Begawan Sentanu datang untuk menjenguk cucunya. Seketika sang begawan prihatin dengan apa yang dialami oleh Destarastra. Buta sejak lahir merupakan aib kerajaan yang tidak bisa ditutupi. Sebab Destarastra adalah putra mahkota atau raja penerus.
Tanpa menunggu lama, Begawan Sentanu memberinya sebuah jurus yaitu Aji Grayang sebagai alat untuk melindungi diri dari gangguan musuh. Sebetulnya, Wasi Dipayana sudah mengetahui efek buruk jurus tersebut yang menyebabkan penggunanya bisa mati.
Namun, Begawan Sentanu berprasangka baik bahwa Aji Grayang akan melindungi Destarastra ketika dirinya dalam keadaan terdesak sekalipun.
Mungkin harap dimaklumi karena keadaannya sangat tidak mendukung karena sang bayi terlahir cacat. Meski demikian, Dewi Ambika tetap menyayangi Destarastra meski terlahir buta. Lagi pula sekurang apa pun' seorang anak tetap harus mendapat kasih sayang orang tua sejak kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar